ROKAN HULU, BINTANGNASIONAL.COM–Polres Rokan Hulu bersama Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Rokan Hulu, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Rokan Hulu, Syafaruddin Poti. Turut hadir Kapolres Rokan Hulu Emil Eka Putra, perwakilan Dandim 0313/KPR, unsur Forkopimda, BPBD Provinsi Riau, jajaran Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, para Kapolsek, Danramil, camat se-Kabupaten Rokan Hulu, hingga perwakilan perusahaan perkebunan.
Apel kesiapsiagaan tersebut diikuti berbagai unsur yang terlibat langsung dalam penanggulangan Karhutla, di antaranya Bhabinkamtibmas, Babinsa, BPBD Kabupaten Rokan Hulu, Polisi Kehutanan, Satpol PP dan Damkar, Tim Reaksi Cepat BPBD, Manggala Agni, Tagana, relawan, serta perwakilan perusahaan perkebunan dan kelapa sawit.
Selain apel di tingkat kabupaten, jajaran Polres Rokan Hulu melalui masing-masing Polsek juga melaksanakan Apel Kesiapsiagaan Karhutla hingga tingkat kecamatan sebagai upaya memperkuat koordinasi dan kesiapan personel di setiap wilayah.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Focus Group Discussion (FGD) serta simulasi penanggulangan Karhutla guna membangun sinergi lintas sektor hingga tingkat bawah agar penanganan Karhutla dapat dilakukan secara cepat, terukur, dan efektif.
Dalam amanatnya, Wakil Bupati Rokan Hulu Syafaruddin Poti menyampaikan bahwa berdasarkan data BMKG, musim kemarau di wilayah Provinsi Riau, khususnya Kabupaten Rokan Hulu, diperkirakan berlangsung mulai Juni hingga Oktober 2026 dengan puncak musim kering pada Juli dan Agustus.
Kondisi tersebut dinilai meningkatkan potensi kekeringan serta risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
> “Penanganan Karhutla tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen, baik pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, maupun masyarakat,” tegas Syafaruddin Poti.
Sementara itu, Kapolres Rokan Hulu Emil Eka Putra menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan tersebut menjadi sarana penting untuk memperkuat koordinasi, sinergi, dan komitmen bersama dalam upaya pencegahan Karhutla di wilayah Rokan Hulu.
> “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi semua unsur menjadi kunci keberhasilan dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla di Kabupaten Rokan Hulu,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, seluruh stakeholder juga diajak meningkatkan langkah antisipatif melalui patroli rutin, sosialisasi larangan membuka lahan dengan cara membakar, memastikan kesiapan sarana dan prasarana, melibatkan masyarakat dalam upaya pencegahan, serta mengedepankan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.
Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan gelar kendaraan serta pengecekan peralatan penanggulangan Karhutla milik Polres Rokan Hulu, BPBD Kabupaten Rokan Hulu, Damkar Kabupaten Rokan Hulu, dan Satria Kresna Bonai.
Pengecekan tersebut dilakukan guna memastikan seluruh personel dan peralatan dalam kondisi siap digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana Karhutla.
Melalui kesiapan dan sinergi seluruh pihak, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu bersama aparat keamanan berharap potensi kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalisir sehingga tercipta lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari bencana asap di wilayah Rokan Hulu.
Editor : Kiky












