KAMPAR, BINTANGNASIONAL.COM – Setelah dilakukan pencarian intensif selama dua hari, korban tenggelam di aliran Sungai Kampar, Cepi Ahmad Munawar (32), akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Senin (8/6/2026) sekitar pukul 17.45 WIB.
Korban ditemukan mengapung sejauh kurang lebih 4 kilometer dari lokasi awal tenggelam di kawasan Pulau Kosiok, Desa Muara Jalai, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar.
Kapolres Kampar, Boby Putra Ramadhan, melalui Kapolsek Kampar Asdisyah Mursyid menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh dua warga Desa Limau Manis bernama Razali (34) dan Riyan (37).
> “Kondisi korban saat ditemukan sudah mengapung. Mengetahui hal tersebut, warga langsung melaporkan kepada masyarakat sekitar dan tim pencarian,” ujar AKP Asdisyah Mursyid.
Setelah menerima informasi penemuan korban, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, Tagana, dan Polsek Kampar langsung menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi.
Korban kemudian dibawa ke tepi Sungai Kampar sebelum selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans Desa Muara Jalai menuju Rumah Sakit Umum Bangkinang guna dilakukan pemeriksaan medis.
> “Selanjutnya korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Bangkinang menggunakan ambulans Desa Muara Jalai untuk dilakukan tindakan medis lebih lanjut,” jelas Kapolsek.
Sekitar pukul 18.30 WIB, pihak keluarga tiba di rumah sakit dan memastikan identitas korban sebagai Cepi Ahmad Munawar.
Setelah proses identifikasi selesai, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga. Keluarga juga membuat surat pernyataan penolakan untuk dilakukan autopsi.
Peristiwa nahas tersebut bermula saat korban bersama tiga rekannya pergi memancing di kawasan Pulau Kosiok, Desa Muara Jalai.
Tak lama kemudian, korban bersama seorang rekannya bernama Dede berpindah lokasi untuk memancing di area sungai yang lebih dangkal.
Namun saat keduanya mandi dan berenang di aliran sungai yang cukup dalam, korban diduga terseret arus deras hingga akhirnya tenggelam.
> “Saat berenang menuju tepian, korban tiba-tiba tenggelam. Rekannya sempat berusaha membantu, namun korban hilang dan tidak ditemukan lagi,” tambah AKP Asdisyah Mursyid.
Mengetahui kejadian tersebut, warga sekitar langsung melakukan pencarian secara manual sebelum akhirnya pihak Polsek Kampar berkoordinasi dengan BPBD dan Damkar Kabupaten Kampar untuk melakukan pencarian lanjutan hingga korban berhasil ditemukan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama di lokasi yang memiliki arus deras dan kedalaman yang tidak diketahui.
Editor : Kiky












