PEKANBARU, BINTANGNASIONAL.COM– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Salah satu program unggulan yang kini membuahkan hasil signifikan adalah peternakan ayam petelur yang mampu memproduksi hingga 800 butir telur per hari, Kamis (11/06/2026).
Program tersebut menjadi bukti nyata kontribusi Lapas Pekanbaru dalam mendukung swasembada pangan nasional sekaligus memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan sebagai bekal setelah kembali ke tengah masyarakat.
Melalui program peternakan ayam petelur ini, warga binaan tidak hanya mendapatkan pelatihan teknis di bidang peternakan, tetapi juga dibina untuk membangun mental mandiri, disiplin, dan produktif selama menjalani masa pembinaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, mengatakan keberhasilan produksi telur ayam tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
“Lapas Pekanbaru berkomitmen penuh mendukung program ketahanan pangan yang menjadi arahan strategis dari Bapak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Produksi telur ayam ini menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan kemandirian yang kami jalankan mampu menghasilkan kegiatan produktif dan berkelanjutan,” ujar Yuniarto.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter dan peningkatan kapasitas warga binaan agar siap kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang bermanfaat.
“Dengan memanfaatkan lahan yang terbatas, kami mengoptimalkan penggunaan teknologi sederhana seperti kandang modern untuk meningkatkan efisiensi produksi. Harapannya, warga binaan memiliki keterampilan yang dapat diterapkan setelah bebas nanti dan mampu berkontribusi dalam pembangunan, khususnya di sektor ketahanan pangan,” tambahnya.
Salah seorang warga binaan yang terlibat dalam program tersebut, Baner, mengaku mendapatkan pengalaman dan manfaat besar selama mengikuti kegiatan peternakan ayam petelur.
“Saya sangat bersyukur bisa ikut dalam kegiatan ini. Selain menambah ilmu dan keterampilan, kegiatan ini juga memotivasi saya untuk berubah menjadi lebih baik dan siap menjalani kehidupan mandiri setelah bebas nanti,” ungkapnya.
Program peternakan ayam petelur ini diharapkan terus berkembang sebagai salah satu unit pembinaan unggulan di Lapas Pekanbaru. Ke depan, hasil produksi telur tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal lapas, tetapi juga berpotensi mendukung ketersediaan pangan bagi masyarakat sekitar.
Melalui berbagai program pembinaan yang inovatif dan produktif, Lapas Kelas IIA Pekanbaru terus menegaskan komitmennya dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan, tetapi juga pemberdayaan warga binaan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
Editor : Kiky












